The wedding prep

THE WEDDING .. PREP J

Duh, kayanya dah lama beneeeeeeeeeeeer gag nulis yah J 

Terakhir kali nulis disini masih dalam taraf persiapan nikahan kemarin… Dulu, kalau ada temen yang mempersiapkan pernikahan , saya tidak terbayang seberapa ribetnya. Pernah ada temen yang mempersiapkan pernikahannya dengan wedding Organizer, waktu itu saya Cuma melongo aja, sambil berpikir “ nikah aja kok pake wedding organizer ya?”.

Nah

Giliran pernikahan saya… Tentu saya berniat mempersiapkan semuanya sendiri. Membuat jadwal pernikahan, memikirkan ornamen2, pernik2, membuat baju (ini favorit saya), sampe membayangkan lagu 2 sewaktu resepsi …. Dan saya dan ortu sepakat buat ngurus semua sendiri. WO? Duh, kaya kawinan artis aja!

Kepusingan mulai melanda waktu pertanyaan semakin banyak datang , dari ortu, saudara, tante dan keluarga then-calon-now-hubby. Misalnya tau2 ada pertanyaan : tema-nya apa?

“ Temanya apa?”

“uum, gold…” (diam sebentar)

“ iya, tapi temanya apa?”

“tema?”

Ummm, Gold bukan tema ya? Hehehee

Ternyata, saya baru sadar bahwa dalam pikiran keluarga calonku itu tiap pernikahan ada tema, misalnya, kupu2, bunga, atau lainnya.. Ini karena pernikahan kakak iparku waktu itu bertemakan kupu-kupu ungu dan gold.

Owwwwww

Saya bukan animal freak, jadi terpaksa putar otak deh . Ortu saya pun njeplak “gimana kalau temanya Burung merak aja, kan kita orang jawa timuran…(reok ponorogo ka nada burung meraknya toh)”

Ummm..

Tenang, si burung merak akhirnya gag dipakai , dan saya tetap stick dengan tema ala saya :

GOLD. Dan hijau sewaktu acara di rumah.

Period . hehehehe.

Kepusingan kedua baru melanda sewaktu saya baru SADAR bahwa kedua pihak ortu (mine and his) sepakat bakal menjalankan SELURUH RITUAL TRADISIONAL JAWA yang possible, mule dari pengajian, siraman, midodareni, akad nikah, temon, panggih, … baru resepsi….All in 2 days…

HUmmmm..

Dan bahwa ada seserahan dari masing2 pihak,

Dan perlu banyak kebaya untuk masing2 acara..

Dan perlu dukun manten.

Dan ada acara di rumah, which mean perlu tenda, gebyokan, catering sampai pawang hujan (seriously). (katanya org jawa itu kalo akad nikah di rumah)

Dan since we (both me and my mom) are very detail people… Semuanya kita harus pikirkan sampe detail.

Kepusingan ketiga melanda sewaktu kedua keluarga mulai rembukan untuk Acara.

Ginih, we all live long distance  from each other: saya&keluarga di Jakarta, my calon di Singapore, and his family di Surabaya. Dan karena kita akan pake acara jawa lengkap tentu, semua kudu koordinasi:

Warna kotak seserahan yang BEDA banget sama warna kamar pengantin, padahal kotak nya kudu dipajang di kamar pengantin.

Fotografi yang mesti match.

Acara yang mesti match time-schedule nya, gag boleh terlalu lama, gag boleh terlalu cepet (maklum, keluarga my hubby 90% tidak tinggal di Jakarta dan baru datang dr daerah hari H).

Jumlah list undangan yang terus bertambah….dan jumlah jatah undangan gue yang makin tiris karena mesti ‘menyokong’ undangan my hubby (makanya, jangan marah kalo diundangnya lisan yah :p ).

Ditambah lagi keluarga ‘his’ yang ternyata minta undangan  ajaib, misal untuk ‘manajer2 & anak buah suami adik-nya his mom’.

Umm, hello?

should I also invite ‘the husband of the sister of the wife of my deputy director’s son?’.

And did I mentioned my then-boyfriend-now-hubby is 1.5 hours flight away. Sweet huh?

Nah, disaat aku dah mulai mendekati hari H, mulai lah berhubungan dengan vendor2: Ada yang bolot BERAT. Ada yang melas, ada yang ‘melarikan diri’, sampai ada yang gag bisa dihubungin.

Dan disaat saya, yang anti WO tau2 nyeletuk “eum…. Apa mau pakai WO??” Semua melotot…

He he he he.

Akhirnya, kita tetep jalan tanpa WO kok, dan ternyata… sukses, alhamdullillah…

Dengan modal buku petunjuk yang saya ketik dan jiplak dari kawinan sepupu saya (tentu aja yang ngetik ulang bukan saya dong, kurang kerjaan kali) dan diedit sana sini oleh my bloved cousin, acara berlangsung sukses, aman dan TEPAT WAKTU.

Yah, ada saat sih dimana keluarga my-boyf terpaksa muter2 karena kecepatan berangkat ke acara midodareni… maklum, orang daerah ndak kebayang bahwa jalanan Jakarta bisa macet total dan mendadak sepi … (ya salah sendiri kecepetan hehehe).

Atau air siraman yang cuepet sekali datengnya alias ahead on schedule.

Dan masih ada kejutan lain, seperti :

Artis2 yang mendadak nongol dan PERFORM di resepsi.

Kaset langgam jawa untuk prosesi yang ketinggalan.

Kain ku yang ternyata kurang panjang hehehheehe.

And others.

But all and all, my preparation paid off. Tentunya, dengan bantuan SEMUA YANG KELUARGA (my aunties, my cousins, my uncle).

Juga beberapa temen yang siap sedia menjadi penerima seserahan *halah*, berseragam ria di resepsi hehhehe. I couldn’t have done it without you. THANQ YAH!!!

W.O? He he he.

Let’s just say I –and all the helpers- WE ALL, had become my own wedding W.O    J

Published in: on November 27, 2007 at 8:58 pm Comments (2)