Busy busy

Okeh….

It has been a lovely, lovely weekend…. and a very busy one too!

Let’s see…

Friday, life started at 5.30

Office, senam pagi, PS lunchtime, Izzi Pizza Dinner time, Soka gallery, Nu

China

, Second Floor,

Dimsum Place

, My room. The clock? 2.00 AM

Saturday, life started at 5.30 (?!)

Bangun, tidur-bangun-tidur

Hairdresser by afternoon, Tamani Kafe kemang, my place,

Lot

25,

Bliss

,

Barbados

, my place… the clock? Better not say it :P

Sunday, life started at? 8.00 :P

Bangun-tidur-bangun tidur,

Masak nasi goreng, minta mie.

Gottta lots of phone calls

TS? Forget it….  Let’s see what will happen on Thursday….

Published in: on July 31, 2005 at 7:49 pm Comments (0)

The prayer

Sebuah doa indah (yang juga saya dapat dari teman saya) yang tampaknya akan terus kusenandungkan setiap malam sebelum tidur, till I can find my other half and exhale….


Yang Maha Pemurah, terimakasih Engkau telah menciptakan dia dan
mempertemukan saya dengannya…….. Terimakasih untuk saat-saat indah
yang boleh kami nikmati bersama. Terimakasih untuk setiap pertemuan
yang boleh kami lalui bersama. Terimakasih untuk setiap saat-saat yang lalu.

Saya datang bersujud dihadapan-Mu Tuhanku!
Sucikan hati saya ya Tuhan, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencana-Mu dalam hidup saya.



Ya Tuhan, jika saya bukan pemilik tulang rusuknya, janganlah biarkan saya merindukan

kehadirannya…..
Janganlah biarkan saya melabuhkan hati saya dihatinya. Kikislah pesonanya dari pelupuk mata saya dan usirlah dia dari relung hati saya. Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam di dada ini dengan kasih dari dan pada-Mu yang tulus dan murni.
 

Tolonglah saya agar dapat mengasihinya sebagai seorang sahabat.

Tetapi jika Kau ciptakan dia untuk saya, ya Tuhan, tolong satukan hati kami.

 

Bantulah saya untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya. Berikan saya kesabaran, ketekunan, dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya. Bukalah hatinya agar dia juga mencintai, mengerti dan menerima saya dengan segala kelebihan dan kekurangan saya sebagaimana saya telah Kau ciptakan. Yakinkanlah dia bahwa saya sungguh-sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka saya dengan dia.

Yaa Tuhan Maha Pengasih, dengarlah doa saya ini. Lepaskanlah saya dari keraguan ini menurut kasih dan kehendak-Mu.

Tuhan Yang Maha Kekal, saya tahu Engkau senantiasa memberikan yang terbaik buat saya. Luka dan keraguan yang saya alami pasti ada hikmahnya. Pergumulan ini mengajar saya untuk hidup makin dekat pada-Mu, untuk lebih peka terhadap suara-Mu yang membimbing saya menuju terang-Mu.

Ajarlah saya untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan. Jadilah kehendak-Mu dan bukan kehendak saya yang jadi dalam setiap bagian hidup saya, ya Tuhan.

Amin


PS : If you read this, I need your comment…

Published in: on at 7:13 pm Comments (1)

Kesempatan berharga (lagi)

Kemarin saya mendapat kesempatan berharga lagi…

Sore-sore pulang kerja… masih di dalam taksi,tiba-tiba saya mendapat ide buat mampir ke daerah ‘kongkow’ anak

Jakarta

… Akhirnya saya pun mutusin buat mampir ke sebuah toko buku, beli sebuah, trus dengan santainya duduk di

sana

…niat saya sih, membaca buku sambil menikmati suasana tranquil yang ada disana…

15 menit setelah membaca, tiba-tiba datang seorang perempuan yang – suer—punya aura… jujur, dia tidak cantik luar biasa, atau bermake-up tebal—istilah salah satu sobat saya—dandannya jeder! But she has something, definitely…

5 menit kemudian, cewek cantik itu duduk pas dihadapan saya dan… mulai membaca buku yang sama! Dalam hati sempat bangga juga , hehehehhe bukunya kembar nih ye…

Gak dinyana, si manis trus menyapa saya” lagi baca juga ya?” Singkat cerita, kami pun terlibat percakapan asik mengenai buku tersebut, tentang kapitalisme (gak enak lah saya sebutin pengarang and judulnya… entar dikira jualan lage.).

Percakapan pun brlanjut dengan menceritakan mengenai diri masing-masing, saya cerita mengenai sekolah saya, pendididkan, my degrees, kerjaan….. pada saat cerita tentu dengan bumbu sedikit, sambil berbangga hati :P

Man! Setelah berkenalan dengannya, suer, saya merasa ’malu’ sekali… Pertama melihat saya mengira si cewek ini—sebut saja namanya Laras—sebagai seniman: rambut panjang lurus bukan rebonding, baju hitam-hitam dengan kalung 60-an, di tangannya pake manik

India

, anting 3 buah di masing-masing telinga…ternyata…

Laras bekerja di salah sebuah konsultan keuangan terbaik di dunia.Pertama-tama sih gak percaya, cuman setelah melihat kartu namanya yang sama bentuk, font dan cetakannya dengan kartu nama dari perusahaan sejenis, saya pun percaya.

Dia lulus S1 dari salah satu sekolah ‘engineering’ terbaik di

USA

, jurusan astrofisika (man!), dan melanjutkan ke S2 ke salah satu sekolah terbaik di Eropa, MBA. (kalo yang dua ini saya susah nge-ceknya)

Laras pun cerita mengenai pengalamannya menolong refugee waktu jadi relawan sebuah organisasi internasional, mengenai kegiatanya jadi ibu asuh waktu jadi relawan ke Alor (Laras tidak pergi ke Aceh karena katanya ’sudah terlalu banyak relawan di

sana

’). Kegiatannya jalan-jalan jadi backpackers ke eropa dan

asia

. Saat bicara soal dunia kesenian (taela..) Laras ternyata tidak kalah dengan saya (ehm, saya penari tulen lho!), dia pernah belajar Legong Bapang di Bali, trus pernah belajar Flamenco di  Barcelona,  sempet kursus serampang dua belas, dll.

Dan tentu saja… kita bicara soal cowok :P ehm…

Kami sama-sama single (yeah right! dalam hati saya). Laras—yang punya keturunan bule dari Bapaknya—ternyata suka sebel kalau dideketin cowok yang tertarik dengannya hanya karena dia mancung… padahal saya sih pengen banget jadi mancung :p

Intinya sih, Laras merasa bahwa pria-pria jaman sekarang (taelaa…) lebih tertarik dengan ‘kulit luar’.. ketimbang isi dalamnya.  Mereka lebih tertarik ‘mengantarkan saya belanja ketimbang menemani saya ikutan bedah buku di toko buku ini, atau datang ke pameran lukisan’ kata Laras dengan berapi-api…. Saya sih cuman bisa berujar ’no comment aja deh mbakyu..’

Setelah terlibat percakapan seru selama sekitar 1,5 jam, kami pun berpisah.. ‘Tebengan’ saya datang, dan Laras mesti pulang karena dijemput sang adik “satu-satunya pria yang bersedia menjemput saja di toko buku, hahahah”

Sepanjang jalan pulang  saya berpikir aja mengenai Laras, bahwa di atas langit selalu ada langit, saya yang selama ini suka agak kelewatan pedenya, jadi malu setelah melihat Laras, yang begitu muda (she’s only 4 years older thank me) tapi sudah punya banyak pengalaman… Satu yang saya belajar banget dari dia dan akan saya ingat terus perkataannya:

“Turi, live your life to the fullest girl! Jalananin hidup dengan berjalan, jangan terseok-seok… and along the way.. cintailah segala sesuatu atau seseorang  yang menurut kamu patut untuk dicintai…”

PS:

Kemarin saya melihat iklan sebuah kontes kecantikan di televisi, kira-kira dari seluruh finalis yang ada, ada yang sepintar dan secantik Laras tidak ya?

Published in: on July 27, 2005 at 6:16 pm Comments (1)

HELP!

Help, I need somebody,


Help, not just anybody,


Help, you know I need someone, help.




 

When I was younger, so much younger than today,


I never needed anybody's help in any way.


But now these days are gone, I'm not so self assured,


Now I find I've changed my mind and opened up the doors.




 

Help me if you can, I'm feeling down


And I do appreciate you being round.


Help me get my feet back on the ground,


Won't you please, please help me?




 

And now my life has changed in so many ways,


My independence seems to vanish in the haze.


But every now and then I feel so insecure,


I know that I just need you like I've never done before……..




 

Help me if you can, I'm feeling down


And I do appreciate you being round.


Help me get my feet back on the ground,


Won't you please, please help me?


Published in: on July 26, 2005 at 1:39 am Comments (0)

Fun filled working day

After a fun filled weekend—though a bit annoyed in the end—akhirnya hari- hari kerja dimulai kembali..
HOW I ‘LOVE’ MONDAY!
Senin dimulai dengan kepanikan melanda karena harus ngumpulin presentasi mendadak…, mesti minta data yang aneh-aneh dan ditolak pula……untungnya ada strawberry ice cream sorenya, nyam-nyam!
Tadi pagi kehidupan dimulai terlambat (AS USUAL) dengan sakit perut sepanjang arah ke kantor, (dunno why tapi gue agak-agak nervous today?)
Nyampe kantor langsung buka server MP3-nya Zoro dan dengerin suatu lagu, yang tiba-tiba bikin gue ngakak setelah gue dengerin liriknya…..
It doesn’t take a scientist
To understand what’s going on baby
If you see something in my eye
Let’s not over analyze
Don’t go too deep with it baby

So let it be what it’ll be
Don’t make a fuss and get crazy over you and me
Here’s what I’ll do
I’ll play loose
Run like we have a day with destiny

It’s just a little crush
Not like I faint every time we touch
It’s just some little thing
Not like everything I do depends on you……
Huahuahuahua! Suer pengen ngakak! I’m sure this is gonna a fun-filled working day!

Published in: on July 25, 2005 at 9:19 pm Comments (0)

Ada apa denganku sich?!

Sudah jam 3 siang lagi.

Sebetulnya, resminya tinggal 1 jam lagi waktu kerja

Sebetulnya, sudah gak ada yang bisa dikerjain lagi

Sebetulnya, saya sudah males ngerjain ‘telaahan staf’

Sebetulnya saya ngantuk, gara-gara kekenyangan makan mie ayam bakso dengan mangkok plastik

Sebetulnya… saya ngerasa lelah, cape, tapi anatomi mana dari my mortal body ini yang lelah?

HATI…

Hatiku lelah. My soul is aching, tired, sleepy…

Worn-out of playing this game

Saya kalah.

Lagi.

Seperti biasa.

It’s your game. Your rules.

Think that I’m throwing but actually, I’M THROWN….

You have won….. And the winner takes it all….. 

Published in: on July 21, 2005 at 1:06 am Comments (2)

aksara

iDi tengah-tengah kegalauan hati, kemarin sore ternyata saya dapat kesempatan yang cukup berharga…..

Kesempatan untuk ketawa-ketawa di jalan sama seseorang…

Kesempatan ke toko roti yang enak and dibeliin pula (walaupun baru gue makan tadi pagi :P)….

Kesempatan untuk ngobrol ngalor ngidul di Boloo2 ampe mau diusir karena dah jam 9 pas :P…

Dan terakhir….

Kesempatan punya time for myself  karena nunggu di citoz…

Dan selama nunggu itu gue sempet ke toko buku aksara. Speed-read down some books and magazines sampai gue ngeliat buku “Harry Potter and the half-blood prince” Tadinya mo beli buat ade’ gue –cuman mahal bow—jadi akhirnya niatnya saya urungkan….

Pas lagi saya skim, yang ada di pikiran saya adalah:

“how come this book about a young-adult wizard wanna-be becomes one of the most best selling book ever written on earth? “

Apakah karena penulisnya? Nobody knows JKR before Harry Potter…

Karena publishernya? Kayanya enggak…

Mungkin…..

…..

Karena Harry Potter menjual mimpi.

Mimpi orang-orang, baik dewasa maupun anak kecil, supaya punya kekuatan sihir, yang sebetulnya merupakan refleksi dari keinginan untuk punya kekuatan lebih dalam menjalani ‘kejamnya’ hidup.

Bagi sebagian orang, mimpi itu bisa punya uang yang banyak, mobil yang bagus, rumah, karir…

Bagi orang tertentu, seperti Harry, keinginannya straightforward: punya seseorang yang menyayanginya……..

Apakah anda seperti Harry?

(sebagai info: harry is an orphan, so makanya dia tidak punya keluarga)

Published in: on at 12:03 am Comments (0)

Jono and Juminten!

JONO DAN JUMINTEN

(terinspirasi dari sebuah tulisan)

Saya punya teman dekat, sebut sajalah namanya… Jono… Jono ganteng, bodi gak bulet tp juga gak ceking, pendidikan lumayan—IP nyaris 3, kerjaan cukup OK, rumah and mobil sambil nyicil, prospek cerah lah…..

Cuman satu kurangnya…. Jono selaluuuuuuuu sendiri—dalam arti kata ngejomblo. Pokoknya, setiap kali saya ketemu Jono, entah lagi gaul, dugem, reunian sampe acara kawinan selalu tanpa kencan. Tiap kali ditanya jawabannya mulai dari “lagi gak ada nih, cariin dong!” atau “ aduh, belom jodoh kaleeee”, or “ iyah, kayanya belom sreg aja ama dia”;  terakhir, kalo jurus pamungkasnya keluar “Kayanya, gue masih takut disakitin, belom siap neh buat committ” JDAR!!, kayanya kita2 se-genk dah gak berani nanya lagi……

Secara fisik, Jono jelas menarik, kalau ngobrol pun omongannya bermutu, leluconnya lucu kaya srimulat + patrio. Cuman kenapa Jono selalu jomblo?

Kamu punya temen juga seperti Jono? Mungkin gak mesti laki-laki, tapi bisa aja perempuan, sebut aja… Juminten– temen saya juga; wajah menarik, bodi standar, sarjana dan menarik buat diajak ngobrol….

Atau jangan-jangan anda sendiri yang seperti Jono? Sebetulnya tenang aja, karena saya yakin ada banyak Jono dan Juminten ini di luar

sana

di Jagad raya

Jakarta

ini…

Seperti yang sudah saya singgung di atas, tulisan ini terinspirasi dr sebuah tulisan di sebuah majalah “Impian Calon Pengantin”; tentang mengapa kita kok tampaknya sulit sekali untuk menemukan the “special someone” itu. Setelah ngebaca artikel tersebut dan setelah berhasil ‘mewawancarai’ Jono; saya mengambil kesimpulan bahwa terkadang nih, terkadang, kita suka terlalu blur dengan visi dan keyakinan diri kita dan ‘sedikit’ naïf, bahwa cinta a.k.a *the special someone* pasti akan datang. Seperti kata Cinderella” someday my prince will come” (aduh!). Dan sementara si cinta itu belom datang, ya…. “Jomblo aja dulu” kata Jono.

Well, cinta akan datang allright, tapi kapan? Kita gak akan pernah tahu. Namun lebih seringnya lagi, cinta itu sebetulnya sudah datang dan mengetuk hati kita, mulai dari mengetuk pelan pelan sampai menggedor-gedor, namun ya karena sedikit di-blur itu tadi, kita tidak sadar….

So… bukan berniat menggurui niy, cuman,— karena saya merasa memiliki kisah yang mirip dengan Jono… eh Juminten maksud saya– mulai saat ini,

“Cintailah siapapun yang hadir dalam hidupmu, masalah jodoh atau bukan, itu nanti”.  Memang kesannya klise dan desperate banget ya?

Jodoh memang sudah digariskan, tapi percaya deh, segala sesuatu, tidak akan kita dapatkan kalau kita tidak berusaha… Terkadang usahanya dengan secara fisik—ya berusaha mencintai itu tadi—terkadang ya, dengan spiritual, alias mengharapkan agar tangan-Nya turun dan mendekatkan kita dengan ‘dia’. Saat ini, jujur, saya masih satu ‘kloter’ dengan ‘Juminten’ (singledom gituh), cuman saat ini, saya berusaha untuk mencintai siapapun yang berusaha untuk mencintai saya.

(So "jodohku", find me, Quick, before I melt ! haha!)

Published in: on July 19, 2005 at 6:32 pm Comments (1)

Lessons learned!

Lessons learned today, after a dish of nasi goreng bwhhahahah…

We know only what we know, or what the others want us to know

To be a successful person, you either have to be smart, or “smart”, and if you are both, then you are a very lucky individual…..

Friends double the fun and divide our doubts, subtract our worries and add energy.. in the end, friends equal to lots of laugh

So guys… thanks for bringing up my mood :D

Published in: on at 12:32 am Comments (0)

Jogja, 15 Juli 2005….

" Friends…
we started out just as friends, but we never know when we touched to deep, and the feelings grow big…"
” but the flame starts to grow into forest fire… destryoing everything we have built and developed.."

So,…
"I will remember you, will you remember me…. don’t let you live passes you by….
WEEP NOT FOR THE MEMORIES…"

dedicated to "pitch black"== So afraid to love you, but more  afraid to lose, who knows, serendipity will bring us back together….
Dont’ worry, The lighthouse will be out there somewhere and shines on you

Published in: on July 15, 2005 at 3:00 am Comments (0)